“Baca Ini” Sebelum Jual Beli Tanah Merah Urugan

Foto : Biarlaku.com / Dominggus Sinuhaji

 

Urugan tanah adalah suatu jenis pekerjaan yang bertujuan untuk memindahkan tanah (padas, merah atau semi padas) dari satu tempat lokasi (sumber pengambilan tanah) ke tempat lokasi lain yang di inginkan sebanyak yang dibutuhkan agar tercapai bentuk dan ketinggian tanah yang di inginkan, antara lain sektor pertanian (sawah, ladang dan perkebunan) , infrastruktur pembangunan (pondasi bangunan) dan kerajinan (gerabah, tembikar, pot, genteng dan batu bata).Dengan memakai acuan perhitungan ritase atau pun m3. ( Dari Wikipedia )

Pada prinsipnya, proses urugan tanah dilaksanakan dengan menimbun tanah dari suatu tempat ke tempat lain yang akan diurug. Sehingga tempat yang diurug tersebut mempunyai bentuk dan ketinggian yang sesuai dengan keinginan. Namun perlu diingat, tidak sembarang tanah cocok digunakan untuk mengurug suatu tempat. Tanah tersebut harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu.

Di bawah ini syarat-syarat tanah yang bagus dimanfaatkan untuk pekerjaan pengurugan tanah antara lain :
– Tekstur yang dimiliki cenderung remah
– Strukturnya berbentuk butiran-butiran
– Bebas dari kandungan humus
– Bukan berupa lumpur
– Bersih dari sampah
– Tidak mengandung batu berdiameter lebih dari 10 cm

1. Tanah Merah

Tanah merah (laterit) adalah tanah yang mempunyai warna coklat kemerah-merahan. Tanah ini biasanya terbentuk di lingkungan yang dingin, lembab, dan tergenangi air. Karakteristik tanah ini yaitu gampang menyerap air, memiliki profil tanah yang dalam, mengandung bahan organik yang sedang, mempunyai pH netral sampai asam, serta memiliki kandungan alumunium dan zat besi.

Tanah merah memiliki tekstur yang cukup padat dan kokoh. Tanah jenis ini banyak ditemukan di daerah pantai hingga pegunungan yang tinggi, serta menyebar di sebagian besar lahan di Indonesia. Selain dipakai untuk urugan tanah pada proyek pembangunan, tanah merah juga biasa digunakan untuk membentuk lahan perkebunan.

2. Tanah Padas

Tanah padas adalah tanah yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat tinggi. Strukturnya terdiri dari lapukan batuan induk dengan kandungan organik tanah yang rendah bahkan hampir tidak ada. Hal ini dikarenakan mineral yang terkandung di dalam tanah ini telah dikeluarkan oleh air yang berada di lapisan atasnya.